Tampilkan postingan dengan label Minangkabau traditional instrument. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minangkabau traditional instrument. Tampilkan semua postingan

Musisi Minang ‘Zalmon’ tutup usia


Innalillahi wa innailaihi roji’un.. hari ini adalah hari berduka bagi pencinta musik minang, karena hari ini (21/05/2011) telah pulang ke pangkuanNya salah seorang penyanyi Minang yang sangat memberikan kontribusi terhadap musik Minang. Kasiak tujuah muaro, ya itu adalah salah satu lagu Minang yang sangat dikenal oleh kalangan penikmat musik Minang.

Zalmon, meninggal dunia dalam usia 56 tahun sekitar pukul 11.30 di RS Ibnu Sina, Kota Padang. Zalmon meninggalkan seorang istri (Nuraida), serta lima orang anak. Penyakit yang diderita oleh Zalmon karena kekurangan cairan, sehingga asupan gizi tak tercukupi untuk tubuh dan membuat musisi legendari Minangkabau ini hanya bisa terbaring lemas.

Beliau dikenal sebagai musisi Minang yang berkarakter dengan suara serak, serta alunan musiknya yang membuat para penikmatnya terbawa oleh irama lagu yang dinyanyikan. Dengan kepergian Zalmon selamanya, dunia musik Minang telah kehilangan seorang Putera terbaik dalam sejarah musik Minangkabau.
READ MORE...

Mengenal Salung, alat musik Sumatera Barat


Salung, atau masyarakat Minangkabau menyebutnya dengan ‘Saluang’. Salung adalah alat musik tradisional Minangkabau yang terbuat dari bambu tipis. Masyarakat Minangkabau percaya bahwa bahan yang paling bagus untuk membuat salung adalah talang (bambu) yang digunakan sebagai jemuran kain atau talang yang hanyut terbawa air di sungai. Pada dasarnya talang merupakan kategori alat musik suling, dimana yang penggunaannya dengan cara di tiup. Namun proses pembuatannya lebih sederhana daripada suling, dimana cukup melubangi bambu dengan empat lubang. Panjang salung kurang lebih sekitar 40 - 60 cm dengan diameter 3 - 4 cm.

Hal prioritas yang harus dapat dilakukan oleh pemain salung adalah dapat meniup serta menarik nafas secara bersamaan, sehingga pemain salung dapat memainkan salung dari awal hingga habis tanpa terputus.
Konon, kabarnya jaman dahulu, setiap pemain salung memiliki mantera tersendiri yang berguna untuk menghipnotis penonton. Dimana mantera tersebut dikenal dengan nama Pitunang Nabi Daud. Berikut sedikit penggalan Pitunang Nabi Daud, "Aku malapehkan pitunang Nabi Daud, Buruang tabang tatagun-tagun, aie mailia tahanti-hanti, takajuik bidodari di dalam sarugo mandanga buni saluang ambo..."

Setiap nagari di Minangkabau memiliki style tersendiri dalam memainkan salung. Seperti style Singgalang, dimana memiliki karakteristik yang sangat sulit untuk dimainkan bagi para pemula. Atau yang lainnya adalah Ratok Solok dari Solok, yang memiliki style dengan bunyi yang sedih.

READ MORE...