Tampilkan postingan dengan label Kawasan kuliner di Kota Padang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kawasan kuliner di Kota Padang. Tampilkan semua postingan

Lemang, makanan khas tradisional Minangkabau


Lemang, atau masyarakat Minangkabau menyebutnya dengan istilah Lamang. Lemang adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar ketan yang dimasukkan ke dalam bambu yang telah dilapisi dengan daun pisang muda. Maka dari itu, istilah ‘Malamang’ adalah membuat lemang dengan cara gotong royong yang biasa dilakukan oleh sekelompok masyarakat atau kerabat. Biasanya, beberapa hari menjelang Bulan Ramadhan, Maulid nabi, Rabi’ul Awal, atau ketika acara ada selamatan/hajatan.

Kemudian lemang yang telah dibuat, disediakan untuk para tamu yang menghadiri acara tersebut, atau hanya sebagai makanan cemilan biasa. Namun ada juga beberapa masyarakat, yang membuat lemang hanya untuk kepentingannya sendiri. Misalnya hanya untuk dikonsumsi, atau di jual di pasar.

Cara unik untuk nenyantap lemang biasanya adalah dengan tambahan atau campuran tapai ketan hitam, rendang, atau bahkan ada yang menyantapnya bersama durian.

READ MORE...

Kawasan Pondok dikembangkan menjadi kawasan kuliner


Dinas kebudayaan dan pariwisata saat ini sedang mendesain kawasan Pondok yang akan ditata sebagai kawasan wisata kuliner. Hal tersebut bermaksud agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di Kota Padang. Selain itu, mengingat wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Padang Sumatera Barat, ataupun bagi penduduk lokal. Maka dari itu, dalam waktu dekat ini, pihak Pemda melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan petunjuk berupa berupa papan iklan yang ditempatkan di sekitar pondok sebagai informasi bahwa kawasan tersebut adalah kawasan wisata kuliner di Kota padang.

Meskipun nantinya sebagian besar nantinya akan dikembangkan oleh warga yang berketurunan Tionghoa, namun bagi pengunjung yang beragama Islam akan diberikan sebuah jaminan bahwa semua makanan yang tersedia disana layak dan juga halal untuk dikonsumsi.

Namun yang jadi masalah adalah, untuk menuju ke lokasi tersebut sangat sulit. Terutama bagi pengunjung yang tidak memiliki kendaraan pribadi, karena akses untuk menuju ke pondok (Kampung Cina) masih belum terjamah oleh angkutan perkotaan.

READ MORE...